SLEMAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperarsip) Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) e-Arsip di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau efektivitas penggunaan aplikasi SIMARDA dan SRIKANDI dalam mendukung administrasi perkantoran yang modern dan akuntabel.
Tim Monev Disperarsip yang terdiri dari tiga arsiparis ahli, yakni Muhammad Arrijal Khafid, S.Kom., Puji Hermawati, A.Md., dan Yudhi Arsito, diterima langsung oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian (Umpeg) beserta tim arsiparis Dispertaru di Ruang Rapat Merti Bumi.
Peningkatan Signifikan Penggunaan Aplikasi
Dalam tinjauannya di Record Center Dispertaru, Tim Monev melakukan verifikasi langsung melalui akun admin aplikasi untuk melihat statistik penggunaan naskah dinas. Berdasarkan hasil pengamatan, pemanfaatan aplikasi SIMARDA dan SRIKANDI di Dispertaru menunjukkan tren positif.
“Terdapat peningkatan yang sangat pesat dalam penggunaan kedua aplikasi tersebut dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen Dispertaru dalam menjalankan transformasi digital,” ujar perwakilan Tim Monev Disperarsip.
Sinkronisasi Arsip Digital dan Konvensional
Selain meninjau sistem digital, tim juga melakukan verifikasi ke Bagian Persuratan untuk memantau volume surat konvensional (tekstual). Melalui pengecekan Buku Kendali Surat Masuk, Keluar, Undangan, dan FPR, tim mencatat bahwa volume surat fisik di Dispertaru masih cukup tinggi, sehingga diperlukan strategi integrasi yang lebih kuat agar semua naskah dapat terdata secara sistematis di dalam aplikasi.
Rekomendasi dan Langkah Kedepan
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Tim Monev memberikan beberapa catatan strategis untuk penguatan tata kelola kearsipan di Dispertaru, di antaranya:
Pemberkasan Mandiri: Mendorong Bidang atau Unit Pengolah untuk melakukan pemberkasan arsip aktif secara langsung saat pembuatan naskah di aplikasi SRIKANDI, tanpa harus menunggu proses forward dari admin sekretariat.
Optimalisasi Disposisi: Perlunya peningkatan intensitas penggunaan fitur disposisi pada aplikasi SIMARDA agar alur kerja pimpinan hingga pelaksana menjadi lebih responsif dan terpantau secara real-time.
Dengan adanya evaluasi rutin ini, diharapkan tata kelola kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya Dispertaru, semakin efisien, transparan, dan memenuhi standar kearsipan nasional.













