- Berita

Mencegah Penyebaran Covid-19, Masyarakat Sleman Diingatkan Menghindari Kumpul-kumpul

Wabah Covid-19 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum juga surut dan setiap hari jumlah terdampak Covid-19 semakin bertambah, begitu juga di Kabupaten Sleman.

Awal Bulan Mei 2020 terdapat klaster baru penyebaran Covid-19 di Indogrosir Sleman sehingga kewaspadaan terhadap virus tersebuat perlu di tingkatkan.

Sri Purnomo selaku Bupati Sleman mengingatkan pentingnya physical distancing dengan menghindari kumpul-kumpul di manapun. “Masyarakat sebaiknya menghindari kumpul-kumpul dimanapun, kadang di pos penjagaan portal masyarakat kurang memperhatikan physical distancing. Menjaga pos portal lebih dari satu orang boleh yang penting tetap jaga jarak,” kata Sri Purnomo dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kabupaten Sleman, Rabu (13/05/2020).

Kabupaten Sleman tidak menerapkan PSBB, namun kegiatan kumpul-kumpul perlu dihindari termasuk kegiatan sholat idul fitri (Ied) mengingat sudah  mendekati akhir bulan ramadhan. Apabila takmir masjid tetep menyelengaarakan sholat Ied berjamaah maka protokol kesehatan harus ketat dilaksanakan kalau tidak takmir yang bertanggung jawab. “Masjid dan Lapangan sebaiknya tidak menyelengaraan Sholat Ied, karena kita tidak tahu latar belakang jamaah yang hadir disitu bagaimana. Apabila terdapat kasus baru karena penyelengaaran shola Ied nanti takmir masjid yang bertanggung jawab,” lanjut Sri Purnomo.

Menghindari kegiatan kumpul-kumpul perlu di tingkatkan mengingat terus bertambahnya pasien dengan pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten sleman. Sebelumnya terdapat klaster penyebaran Covid-19 yaitu klaster gereja di kota yogyakarta dan tablig pengajian di Sleman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *